Tentang Temanin.site
Temanin.site lahir dari rasa rindu pada sastra Indonesia yang pernah menjadi jiwa bangsa, dari sajak menggugah Chairil Anwar, kritik tajam Pramoedya Ananta Toer, hingga kisah dan drama penuh makna karya Abdul Muis, Marah Rusli, Achdiat K. Mihardja, Arifin C. Noer, dan Putu Wijaya.
Di tengah laju zaman, karya-karya klasik ini kian terpinggirkan, membuat generasi muda perlahan melupakan nama-nama besar yang membentuk wajah sastra Nusantara.
Misi Kami
Kami hadir bukan hanya untuk mengarsipkan, tapi untuk menghidupkan kembali.
Di Temanin.site, kami dengan penuh cinta membagikan karya-karya sastra Indonesia yang terkenal pada jamannya, dari prosa, puisi, hingga drama klasik dalam format yang mudah diakses, nyaman dibaca, dan relevan bagi generasi digital.
Kami percaya: sastra klasik bukan sesuatu yang kuno dan membosankan.
Ia adalah jendela ke masa lalu yang masih berdenyut hingga hari ini, penuh nilai, emosi, dan kebijaksanaan yang tak lekang oleh waktu.
Apa yang Kami Lakukan?
- Memublikasikan ulang karya sastra klasik Indonesia (dengan tetap menghormati hak cipta dan domain publik).
- Menyediakan konteks sejarah dan catatan kaki ringan agar pembaca muda lebih mudah memahami latar budaya dan bahasa zamannya.
- Mendorong diskusi sehat tentang makna, nilai, dan relevansi sastra klasik dalam kehidupan masa kini.
- Mengundang penulis muda untuk menulis ulang, mengadaptasi, atau terinspirasi dari karya klasik — dengan cara mereka sendiri.
Harapan Kami
Kami bermimpi, suatu hari nanti seorang mahasiswa terinspirasi menulis puisi setelah membaca “Diponegoro” karya Amir Hamzah.
Karena sastra bukan hanya pelajaran di sekolah, ia adalah cermin jiwa bangsa.
Di Temanin.site, kami tak hanya berbagi cerita.
Kami menyalakan kembali api sastra Indonesia, satu karya klasik pada satu waktu.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sastranya.”
– Terinspirasi dari semangat para sastrawan Nusantara